PERTEMUAN 5 MP KUALITATIF

JENIS-JENIS RISET SOSIA

Menurut Penggunaannya

1.Penelitian Dasar atau penelitian murni ( pure research ) adalah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian itu tidak segera digunakan namun dalam jangka waktu tertentu dapat terpakai.

2.Penelitian Terapan ( applied reaserch ) adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis. Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau administrator. penelitian terapan berkepentingan dengan penemuan-Dilihat dari segi tujuannya, penemuan yang berkenan dengan aplikasi dan sesuatu konsep-konsep teoritis tertentu.

Penelitian Historis

  • Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau itu.
  • Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan. Maka tingkat kepastian pemecahan permasalahan dengan metode ini adalah paling rendah.
  • Data yang dikumpulkan biasanya hasil pengamatan orang lain seperti surat-surat arsip atau dokumen-dokumen masa lalu. Penelitian seperti ini jika ditujukan kepada kehidupan pribadi seseorang, maka penelitian disebut penelitian biografis.

PERTEMUAN 4 MP KUALITATIF

RUMUSAN MASALAH

  • Menurut Sugiyono (2013:35) berdasarkan level of explanation suatu gejala, maka secara umum terdapat tiga bentuk rumusan masalah, yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif dan asosiatif.
  • Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengungkapkan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam.
  • Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk membandingkan antara konteks sosial dengan domain satu dibandingkan dengan yang lain.
  • Rumusan masalah asosiatif atau hubungan adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengonstruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan lainnya.

Tips Membuat Rumusan Masalah

  1. Buat perumusan atas suatu fenomena atau permasalahan yang sedang dihadapi.
  2. Identifikasi kesenjangan yang ada dalam fenomena tersebut.
  3. Cari data-data dan sumber informasi yang bisa menunjang fenomena penelitian.
  4. Pilih fokus utama dari fenomena yang akan diangkat dan memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.
  5. Hubungkan rumusan masalah dengan teori yang ada.
  6. Sesuaikan metode penelitian dengan rumusan masalah yang akan diangkat oleh peneliti.
  7. Susun kalimat rumusan masalah sesuai topik permasalahan dan judul penelitian.
  8. Pastikan rumusan masalah yang diangkat sesuai dengan tujuan penelitian dan kemampuan yang dimiliki oleh peneliti

PERTEMUAN 3 MP KUALITATIF

RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF

  • Sevila (1993) menyatakan bahwa sebaiknya rancangan penelitian kualitatif itu disusun secara cermat. Mengungkapkan kajian teoritis yang lengkap dan tepat. Dengan begitu, maka hasil temuan penelitian akan dapat menemukan suatu proposisi yang mantap pula.
  • Fraenkel (1992) mencatat bahwa dalam suatu rancangan penelitian kualitatif selayaknya disajikan secara detail dan jelas.

FOKUS PENELITIAN

  • mengandung makna motif penelitian, oleh karenanya fokus di dalamnya mengandung makna empiris (fenomena) dan teoritis. Sehingga bagi seorang peneliti kualitatif perlu mengkaitkannya fokus dengan berbagai teori yang berkaitan dengan hal tersebut.
  • Diformulasikan dalam kalimat tanya yang jelas formatnya, singkat, tajam, dan tidak bias maknanya;
  • fokus suatu penelitian disempurnakan setelah penulis terjun ke lapangan. Hal ini terjadi, sebab penelitian kualitatif lebih mendasarkan pada realitas lapangan (perspektive emik) dari pada hasil pemikiran subjektif peneliti (perspektive etik).

 

PERTEMUAN 2 METODE PENELITIAN KUALITATIF

DEFINISI PENELITIAN KUALITATIF

  • Koentjaraningrat (1993: 89)

Mengartikan bahwa penelitian kualitatif adalah desain penelitian yang memiliki tiga format. Ketiga format tersebut meliputi penelitian deskriptif, verifikasi dan format Grounded research.

  • Moleong (2007: 6)

Memaknai penelitian kualitatif sebagai penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Lebih pas dan cocok digunakan untuk meneliti hal-hal yang berkaitan dengan penelitian perilaku, sikap, motivasi, persepsi dan tindakan subjek. Dengan kata lain, jenis penelitian tersebut, tidak bisa menggunakan metode kuantitatif.

  • David Williams (1995)

Penelitian kualitatif adalah upaya peneliti mengumpulkan data yang didasarkan pada latar alamiah. Tentu saja, karena dilakukan secara alamiah atau natural, hasil penelitiannya pun juga ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

TUJUAN PENELITIAN KUALITATIF

  • Memudahkan peneliti meneliti, untuk memahami fenomena yang diangkat peneliti.
  • Dengan metode penelitian kualitatif, peneliti bisa mendapatkan gambaran terhadap fenomena yang akan diteliti. Termasuk pula memudahkan dalam menentukan variable dan membantu dalam menghasilkan teori.

PERTEMUAN 1 MP KUALITATIF

CARA BERFIKIR DEDUKTIF

Cara berpikir deduktif merupakan cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus dengan memakai kaidah logika tertentu. Cara ini merupakan system penyusunan fakta untuk menarik kesimpulan yang dilakukan melalui serangkaian pertanyaan yang disebut dengan silogisme, yang terdiri atas;

1.Dasar pemikiran utama (premis mayor)

2.Dasar pemikiran ke dua (premis minor)

Menyusun premis-premis menjadi pola-pola yang dapat memberikan bukti-bukti kuat bagi penarikan kesimpulan yang sahih (valid). Dalam penelitian cara berpikir ini memberikan sarana penghubung antara teori dengan pengamatan (observasi). Berdasarkan teori-teori yang sudah ada, peneliti dapat manarik kesimpulan tentang gejala yang seharusnya diamati.

CARA BERFIKIR INDUKTIF

Cara berpikir induktif merupakan cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum dengan memakai kaidah logika tertentu. Cara berpikir ini merupakan koreksi dari cara berpikir deduktif.

Penggunaan cara berpikir induktif dipelopori oleh Francis Bacon. Menurutnya pengamatan dapat dilakukan pada kejadian-kejadian tertentu dalam suatu kelas.